Mentri agama Letakkan Batu Pertama Renovasi

Masjid Baitul Ilmu SMAN 34 Jakarta, 

alt
Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin menandatangani
prasasti Peletakkan Batu Pertama RenovasiMasjid Baitul Ilmi
SMAN 34 Pondok Labu ,didampingi Kepala SMA Negeri 34 Jakarta
Taga Radja Gah, M.Pd dan Kasudin Kota daministrasi I Jakarta Selatan
Drs. H. Nasruddin, M.Pd serta disaksikan para pejabat dari
Kementerian agama Jakarta.  Kamis, 1 September 2016.
 
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meletakkan batu pertama renovasi total Masjid Baitul Ilmi yang berada dalam lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 34, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (01/09). Kehadiran Menteri agama didampingi 
Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman dan Direktur Urusan agama Islam Ditjen Bimas Islam Muhammad Tamrin. Di hadapan keluarga besar SMAN 34, Menteri agama mengatakan, bahwa masjid selain dipergunakan sebagai tempat ibadah mahdoh (ritual keagamaan), juga bisa dijadikan sarana untuk ibadah sosial dalam rangka mengembangkan wawasan dan pengetahuan dan juga relasi sosial.

"Masjid juga bisa dijadikan sebagai sarana agar pendidikan putra-putri kita menjadi semakin lengkap. Jadi, pengetahuan dan wawasannya di bidang ilmu pengetahuan, dilengkapi dengan aktivitas keagamaan," ucap Menteri agama.

Menteri agama bersyukur dan mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap realisasi renovasi masjid ini. Menag berharap, Masjid yang diberi nama Baitul Ilmi tersebut, mampu memberikan pencerahan kepada siswa-siswi.

"Masjid Baitul Ilmi berarti rumah ilmu. Saya titip pesan, semoga, masjid ini, sebagaimana namanya, bisa menebarkan ilmu dan pengetahuan, membukan wawasan dan mencerahkan," harap Menteri agama.

"Saya berharap, Masjid ini, nantinya bisa membuat para anak didik selain berwawasan luas, juga tidak mudah untuk menyalahkan perbedaan yang tidak prinsipil. Karena, hakekat agama adalah wujudkan perdamaian," imbuhnya.

Menteri agama menekankan, jangan sampai Islam yang damai, kemudian oleh beberapa pemeluknya yang salah paham, dicitra dan opinikan sebagai agama yang mudah menyalahkan dan mengkafirkan pihak lain yang beda.

"Sekali lagi, saya titip pesan, kepada Kepala sekolah, para guru, komite dan semua kita untuk menghadirkan nara sumber, ustadz, guru yang berwawasan luas, yang mengajarkan Islam yang penuh kedamaian dan keselamatan, bukan Islam yang menakutkan dan

membenci pihak yang beda. Sebuah Islam yang rahmatan lil'alamin sebagaimana yang diwariskan para pendahulu kita, para guru kita dan orang tua kita. Yakni Islam Ahlussunnah wal Jama'ah yang moderat," kata Menteri agama.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid, Syah Indra Aman menyampaikan, rehab total ini akan memakan waktu lebih kurang 8 bulan. Akan ada bangunan seluas 768 M2 dua lantai yang mampu menampung 750 jama'ah shalat.

 

Contact Us






 

Who's Online

Ada 40 tamu online

World Time

JAKARTA

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday50
mod_vvisit_counterYesterday150
mod_vvisit_counterThis week507
mod_vvisit_counterThis month7144
mod_vvisit_counterAll423188